Minggu, 15 Mei 2011

motivasi melakukan perubahan pribadi

Kesehatan Mental : Motivasi Melakukan Perubahan Pribadi

Kelompok 3 :

1. Spangga

2. Siti Ahdiyati N

3. Siti Julaeha

4. Siti Nurfajaria

5. Sya Rachmawati

6. Tri Prihartini

7. Ummu Hani

8. Ummuliya Wulan

9. Uyainah

10. Vicky Endrio

11. Vina Liliana

12. Yandi Yansyah

13. Yoga Penta Gracia

Motivasi untuk melakukan perubahan pribadi :

Definisi Motivasi

Pada dasarnya motivasi merupakan dorongan pada seseorang untuk melakukan sesuatu baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif. Motivasi belajar adalah motivasi yang bersifat positif. Slameto (2010 : 170), mengatakan bahwa motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Walgito (2003 : 220) menyatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam individu atau organisme yang mendorong perilaku kearah tujuan.

1.Meningkatkan Kontrol diri


Hurlock (1990) mengatakan kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam dirinya. Kazdin (1994) menambahkan bahwa kontrol diri diperlukan guna membantu individu dalam mengatasi kemampuannya yang terbatas dan membantu mengatasi berbagai hal merugikan yang dimungkinkan berasal dari luar. Menurut Chaplin (2001) kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam artian kemampuan seseorang untuk menekan atau merintangi impuls- impuls atau tingkah laku impulsif. Kontrol diri ini menyangkut seberapa kuat seseorang memegang nilai dan kepercayaannya untuk dijadikan acuan ketika ia bertindak atau mengambil suatu keputusan (Dewi, 2004). Dinilai secara sosial karena nilai- nilai budaya lebih penting dari pada hasrat dan desakan yang ada dalam diri individu (Lamb and Harre, 1996).

Kontrol diri adalah individu- individu sebagai pengaturan proses-proses fisik, psikologis dan perilaku seseorang. Di mana kontrol diri ini penting untuk dikembangkan karena individu tidak hidup sendiri melainkan bagian dari kelompok masyarakat. Individu mempunyai kebutuhan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya sehingga agar tidak mengganggu dan melanggar kenyamanan dan keselamatan orang lain, individu harus mengontol perilakunya. Kedua, masyarakat menghargai kemampuan, kebaikan yang dimiliki individu sehingga dapat diterima masyarakat lainnya (Calhoun & Acocella, 1990). Lazaruz (1976) mengatakan bahwa kontrol diri menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitifnya untuk menyatakan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti apa yang dikehendaki. Hal ini berarti kontrol diri untuk memahami keseluruhan khazanah pengungkapan diri baik yang positif maupun negatif sehingga individu menyadari apa yang bisa membangkitkan ekspresi-ekspresi positif maupun negatif di dalam dirinya. Jika individu mampu menghindari situasi-situasi yang dapat memicu sifat-sifat negatif berarti individu tidak memb iarkan diri menyerah pada kecenderungan-kecenderungan untuk bereaksi secara negatif ketika individu menghadapi realitas keras dalam hidupnya (Rogacion, 1998). Lebih lanjut Calhoun & Acocella (1990) memandang bahwa individu dalam mengontrol perilaku melibatkan tiga hal yaitu, pertama, memilih dengan sengaja; kedua, pilihan antara dua perilaku yang bertentangan, dalam artian satu pihak perilaku menawarkan kepuasan dengan segera, sedangkan perilaku yang lain menawarkan ganjaran jangka panjang; ketiga, memanipulasi stimulus, agar satu perilaku yang kurang mungkin dilakukan dapat dilakukan dengan perilaku lain yang lebih mungkin dilakukan.


2. Menetapkan Tujuan

Tujuan dari self management untuk masalah ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan seperti ini, sehingga tidak ada hal-hal negatif yang akan terjadi di masa depan.

3. pencatatan perilaku
perilaku subjek dicatat untuk diteliti apakah perilakunya berubah atau tidak dari perilaku yang kemarin. supaya bisa mengevaluasi perilakunya

4. menyaring anteseden perilaku
disini maksudnya adalah subjek membatasi perilaku-prilakunya mulai dari yang negatif menjadi positive. dan subjek harus bisa menunjukkan perubahannya secara perlahan-lahan.

5. menyusun konsekuensi yang efektif
konsekuensi dari perubahan pribadi harus dilakukan secara Tetap dan secara konsekuen jika ingin terjadi perubahan yang jelas.

6. menerapkan rencana intervensi
subjek harus membuat planning/rencana yang lebih baik untuk kedepannya yaitu berupa perilaku yang lebih baik dari sebelumnya. misalnya: jika A suka marah-marah ketika menghadapi suatu masalah. tetapi sekarang A menjadi lebih sabar dan tidak marah-marah. karena A ingin merubah sifatnya tersebut

7. evaluasi
subjek harus mengevaluasi,apakah didalam dirinya sudah berubah perilakunya menjadi lebih baik dari sebelumnya, jika belum subjek harus melakukan perubahan lagi,supaya hasil yang di inginkan oleh subjek menjadi lebih mantap dan baik.


Sumber:

http://google.com/motivasi untuk melakukan perubahan pribadi

http://id.shvoong.com/books/dictionary/2155843-definisi-pengertian-motivasi/#ixzz1M8ffNdMv

Minggu, 10 April 2011

pernikahan

Pernikahan ( kelompok 4 ) kesmen
TIPS MEMILIH PASANGAN
Sempat ngobrol dengan beberapa senior di kantor, obrolannya tentunya ga jauh-jauh. Sandi kapan Nikah? terus tak lupa mereka kasih tips-tips buat milih calon, maklum mereka sudah berpengalaman semua
^_^
Tips memilih pasangan hidup:
1. Carilah pasangan yang berasal dari daerah yang sama dengan tempat kita tinggal sekarang, atau paling tidak sejalur dengan daerah asal kita, atau berada ditengah-tengah antara daerah asal kita dan tempat tinggal kita saat ini, atau satu daerah dengan daerah asal kita. Jadi misalnya saya mau cari istri alternatifnya adalah orang bandung dan sekitarnya, orang jawa tengah dan sekitarnya, atau orang jawa timur terutama orang Situbondo. Berdasarkan petuah dari senior (hehehe) hal ini untuk mempermudah dalam proses lamaran, selain itu kalo mudik biar praktis dan mudah, hmmm bener juga sih.
2. Carilah pasangan yang bekerja, sudah jelas pasangan yang bekerja akan sangat membantu meringankan beban perekonomian rumah tangga. Apalagi kalo istriku nanti satu kantor…. beuh, kalo dapet bonus bisa kali 2 tuh.
3. Carilah pasangan yang tidak membawa beban keluarga, maksudnya calon pasangan kita kalo bisa berasal dari keluarga kecil, yang tidak terlalu banyak saudara baik itu kakak atau adik. Coba bayangkan kalau calon istri/suami terlalu banyak saudara kandung, misal adik jumlahnya 5 ekor saja dan semuanya masih ketjil2, kebayangkan istri/suami kita sebagai tulang punggung keluarga, lain itu kalo mudik kita harus siap Angpau yang tentu saja jumlahnya tidak sedikit.
4. Carilah pasangan yang berasal dari keluarga berada, bahasa jujurnya Orang Kaya. Walopun kita tentunya tidak mengharapkan bantuan dari pihak mertua, tapi yah…setidaknya masa depan kita cukup cerah, hehehe.
Tips ini tidak harus dijalankan semua, karena memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, dan satu hal yang patut kita ingat, kita hanya bisa berusaha, selebihnya hanya Allah Subhanahu wata’ala yang telah mengatur takdir kita.
Segala hidup, mati dan jodoh manusia ada didalam genggaman Sang Maha.

SELUK-BELUK HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA[1]
Oleh Rifyal Ka’bah
PERKAWINAN
Perkawinan adalah nuklus sebuah masyarakat yang melahirkan hak dan kewajiban. Karena itu, perkawinan diatur dalam sebuah hukum yang disebut hukum perkawinan.
Hukum perkawinan Islam pada dasarnya adalah sebuah hukum yang bersifat diyâni, tetapi kemudian dikembangkan sebagai hukum yang berseifat qadhâ’î berdasarkan politik hukum Islam atau as-siyâsah asy-syar‘iyyah. Perkawinan diyâni diselenggarakan sesuai nushûsh agama dari Qur’an dan Sunnah Nabi. Sedangkan perkawinan qadhâ’î diselenggarakan sesuai dengan kebijakan tertentu pemerintah atau peraturan perundang-undangan. UU No. 1 Tahun 1973 tentang Perkawinan menggabungkan kedua bentuk hukum tersebut di mana dalam Pasal 2 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa perkawinan adalah sah bila dilakukan berdasarkan keyakinan agama dan perkawinan tersebut dicatat oleh negara melalui lembaga pencatatan yang diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Dalam istilah al-Qur’an, perkawinan disebut an-nikâh dan az-zawâj. Kata asal an-nikâh berarti al-’aqd (perjanjian, kontrak), kemudian digunakan untuk menunjukkan pengertian al-jimâ’ (persetubuhan). Sedangkan az-zawâj berarti perpasangan antara jenis laki-laki dan perempuan, atau antara jantan dan betina, atau antara dua jenis yang berbeda, tetapi menyatu dalam fungsi.[2] Dari pengertian ini, maka perkawinan sesama jenis, seperti dilakukan oleh kaum homoseksual dan lesbian, sebenarnya tidak dapat disebut perkawinan. Perkawinan sejenis ini adalah ibarat memakai sepatu yang kedua-duanya kiri atau kedua-duanya kanan sehingga tidak dapat dikatakan sebagai pasangan yang cocok. Di negara-negara tertentu yang menjalankan politik sekularisasi, perkawinan pasangan berlainan jenis dizinkan oleh undang-undang. Hal itu karena perkawinan di negara-negara hanya diakui sebagai kontrak sekular belaka dan perkawinan secara agama terlepas dari urusan negara. Indonesia mendasarkan perkawinan menurut keyakinan agama penduduk, sementera itu tidak ada agama di negeri ini yang membolehkan perkawinan kaum homoseksual dan lesbian, maka perkawinan sejenis seperti ini tidak mungkin diakui.
Jadi, perkawinan sebenarnya adalah pertemuan dua orang manusia berlainan jenis, yang diikat oleh sebuah perjanjian sehingga menyatu secara fisik dalam bentuk pesetubuhan serta hubungan badan lainnya dan secara batin dalam bentuk ikatan batin untuk mencapai tujuan perkawinan.
Sebagai perjanjian atau kontrak, maka pihak-pihak terikat dengan perjanjian atau kontrak sepakat menyatakan akan membina rumah tangga yang bahagia lahir-batin dengan melahirkan anak-cucu sebagai penerus cita-cita mereka. Bila ikatan lahir dan batin tidak lagi dapat diwujudkan dalam perkawinan, misalnya tidak lagi dapat melakukan hubungan seksual, atau tidak dapat melahirkan keturunan, atau masing-masing sudah mempunyai tujuan yang berbeda, maka perjanjian kadang-kadang perlu dibatalkan atau paling kurang ditinjau kembali. Bentuk peninjau kembali dapat berupa introspeksi dari masing-masing pihak, atau thalâq raj’î (perceraian yang bisa dirujuki kembali karena masing-masing pihak bersedia memperbaiki diri). Qur’an menyebutkan peninjauan kembali jenis terakhir ini dengan “penahanan dengan ma’rûf atau pelepasan dengan ihsân”.
Perkawinan adalah kebutuhan rohani dan jasmani manusia, karena itu tidak ada orang yang menolak perkawinan bila mendapat pasangan yang cocok. Kebutuhan ini sudah merupakan “build-in” yang ditanamkan Allah dalam setiap diri manusia sewaktu penciptaannya. Karena merupakan kehendak Allah s.w.t., maka perkawinan harus dilaksanakan sesuai sunnah (ketentuan)-Nya. Allah menyatakan di awal surah an-Nisâ’ bahwa di antara tanda kebesaran-Nya, Ia menciptakan manusia berpasangan, terdiri dari laki-laki dan perempuan, agar masing-masing merasa tenteram dengan pasangannya dan tercipta kasih sayang di antara mereka. Inilah yang menjadi inti tujuan perkawinan yang diserap oleh Pasal Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentangt Perkawinan. Karena itu, usaha apa pun hyang dilakukan untuk menjadikan perkawinan sebagai kontrak qadhâ’î semata harus dicegah.
Karena harus sesuai dengan ketentuan Allah, maka perkawinan, hanya mungkin dilakukan antara pasangan yang mempunyai keyakinan yang sama, yaitu sama-sama muslim. Perbedaan keyakinan dalam suatu keluarga dapat mengancam ketenteraman rumah tangga, apa lagi bila sudah ada keturunan. Anak-anak yang belum dewasa akan menjadi bingung melihat keyakinan agama orang tua mereka yang berbeda. Soal beriman atau kafir memang pilihan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, karena ini adalah bahagian dari kemerdekaan memilih agama yang diajarkan Islam, tetapi untuk keluarga, pilihan agama tersebut tidak boleh berbeda antara anggota-anggotanya. Dalam revisi UUP yang akan datang harus dicegah adanya perkawinan beda agama, karena ini tidak sesuai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara dan Pasal 29 ayat (2) dan (2) UUD 1945.
Perkawinan dimulai dari perjanjian antara calon suami dan calon isteri yang disebut kontrak perkawinan (‘aqd an-nikâh). Kontrak ini dilakukan di depan seorang penghulu sebagai pencatat kontrak, mirip seorang notaris dalam perjanjian biasa, disaksikan paling tidak oleh dua orang saksi dan pembayaran mas kawin oleh suami kepada isteri dalam jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Perkawinan dapat disebut sebagai salah satu lembaga masyarakat yang melahirkan berbagai hubungan. Pertama adalah hubungan darah kepada anak cucu. Kedua adalah hubungan semenda kepada keluarga asal kedua belah pihak. Ketiga adalah hubungan kewarisan. Keempat adalah hubungan hak dan kewajiban. Ini tentu di samping hubungan ketetanggaan karena sebuah keluarga hidup salam suatu lingkungan masyarakat. Begitu banyaknya hubungan yang dilahirkan oleh lembaga ini sehingga memerlukan pengaturan yang rinci dari agama dan/atau perundang-undangan negara. Semua hubungan ini diatur dalam sebuah sistem yang disebut sistem perkawinan Islam yang saling mengokohkan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Bila ada bagian yang dirusak atau ditinggalkan, atas nama apa pun, ia akan mempengaruhi sistem secara keseluruhan. Misalnya dengan merusak hubungan darah, atas nama pembaharuan hukum, maka akan merusak hubungan kewarisan dan selanjutnya merusak hubungan hak dan tanggungjawab, dan seterusnya.
Seorang pengamat menggambarkan sistem hukum Islam bagaikan sebatang pohon yang tumbuh dari bibit yang bernama Islam. Bibit tersebut sejak ditanam pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. sekarang telah berurat dalam, berpohon besar, berdahan, beranting, berdaun, berbunga dan berbuah. Bunga atau buahnya bisa dipetik, benalu-benalu yang tumbuh di dahan dan ranting dapat dibuang, daun-daun bisa dirapihkan, tetapi urat tunggang, batang, dahan dan cabang utamanya tidak boleh dipotong, karena tindakan seperti ini akan merusak pohon Islam.[3] Ini juga berlaku untuk hukum perkawinan Islam sebagai sebuah sistem Islam. Perubahan apa pun yang dilakukan terhadap hukum perkawinan Islam tidak boleh memotong dahan-dahan dan cabang-cabang utamanya, apalagi urat tunggang dan pohonnya.
Akhir-akhir ini ada kecenderungan dari kelompok tertentu masyarakat yang ingin mengotak-atik sistem perkawinan Islam dengan memperalat prinsip-prinsip yang asing dari ajaran Islam. Kelompok ini biasanya bertolak dari ajaran demokrasi, kesetaraan gender, pluralisme, hak asasi manusia dan lain-lain. Sebenarnya tidak ada masalah bila mereka membicarakan prinsip-prinsip tersebut dalam konteks dari mana prinsip-prinsip tersebut berasal. Permasalahan muncul ketika para pengagas kecenderungan ini mengatasnamakan gagasan mereka sebagai gagasan Islam, pada hal titik tolak mereka tidaklah dari landasan Islam.[4] Kecenderungan ini menurut sementara pengamat adalah buah dari belajar Islam kepada orang Barat atau orang yang tidak meyakini kebenarannya sebagai agama yang berasal dari Allah s.w.t.

PENYESUAIAN TERHADAP KELUARGA
Penyesuaian perkawinan cukup bervariasi, Eshlemen (1985) menyatakan bahwa penyesuaian dalam perkawinan meliputi persetujuan suami istri dalam hal yang dirasa penting, berbagi tugas – tugas dan kegiatan yang serupa dan saling memperlihatkan kasih sayang. Masalah penyesuaian adalah suatu hal yang sifatnya universal dan unik, karena setiap individu mau tidak mau harus menghadapi kesulitan didalam kehidupan rumah tangganya, sehingga perlu melakukan penyesuaian antara pasangan suami istri dalam suatu perkawinan.
Banyak hal yang terjadi di dalam sebuah perkawinan yang membutuhkan pengertian satu dengan yang lain. Bagaimana pasangan suami isteri dapat menjalankan perannya masing-masing ? Bagaimana dengan komunikasi yang di jalankan pasangan suami isteri tersebut ? Pada waktu pacaran mungkin pasangan suami isteri masih menutupi sifat aslinya, tapi ketika pasangan suami isteri menikah mulai tampaklah sifat aslinya. Hal ini sering membuat pasangan kaget dan dapat menimbulkan perselisihan atau konflik.
Bahwa penyesuaian diri dalam perkawinan dibutuhkan suatu pengertian, pemahaman, saling menghargai dan menghormati pada setiap masing masing pasangan serta menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap pasangan. Kunci yang paling utama dalam perkawinan adalah komunikasi

Perceraian Dan Pernikahan Kembali
Tentu lazimnya tak seorang pun yang, ketika memasuki kehidupan pernikahannya, sudah membayangkan akan menghadapi situasi bercerai dengan pasangan yang bakal dinikahinya. Pada umumnya tentu setiap orang mengharapkan sebuah pernikahan yang diwarnai dengan cinta kasih dan kesetiaan, serta langgeng, “sampai maut memisahkan kita.” Apalagi, prinsip iman Kristen tentang pernikahan–monogami (satu pasangan), fidelitas (kesetiaan) dan indisolubilitas (tak terceraikan)–memperkuat idealisme semacam ini.
Akan tetapi, idealisme semacam ini kerap harus berhadapan dan bahkan berbenturan dengan kenyataan yang berbicara lain. Ada seribu satu alasan yang memaksa sebuah pasangan untuk sampai pada sebuah kesimpulan tragis bahwa pernikahan yang mereka perjuangkan ternyata tidak berjalan sebagaimana yang mereka impikan sebelumnya. Mulai dari ketidakcocokan yang muncul dan menumpuk selama bertahun-tahun, yang tidak berhasil diatasi dan malah makin bertambah-tambah, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjadikan perkawinan seperti sebuah neraka bagi suami atau istri (kebanyakan bagi sang istri).
Berhadapan dengan benturan antara idealisme dan realisme pernikahan kristiani ini, kita perlu memberikan sebuah sikap yang sekaligus teologis dan etis. Keduanya perlu diperdampingkan bersama-sama sebab, jika tidak, pemisahan keduanya hanya akan memunculkan sikap yang tak berimbang dan mandul dalam menyikapi persoalan perceraian. Pendekatan yang melulu teologis, tanpa perimbangan etis, hanya akan menghasilkan sikap-sikap ideologis, yang tampaknya kokoh dan tegas, namun sebenarnya jauh dari empati atas persoalan-persoalan hidup manusia. Sebaliknya, pendekatan yang mengaku diri etis, tanpa pemerkayaan teologis juga berbahaya, karena ia mudah sekali tampil terlalu situasional, tanpa prinsip dan kedalaman. Almarhum Eka Darmaputera menunjukkan soal yang serupa, ketika ia menulis begini;
Sebab, apa gunanya “teologi”, bila tidak diterjemahkan secara “etis”, sehingga mampu memberi pegangan hidup yang kongkret? “Teologi” macam beginilah yang menghasilkan penganut-penganut fanatik, tapi tanpa “etika” … Sebaliknya “etika”, saya akui, juga tak akan bermanfaat bila tidak dilandasi oleh keyakinan “teologis” yang jernih dan pasti. “Etika” macam begini, tidak akan mampu memenuhi fungsinya, yaitu memberi pegangan apa bagi tingkah laku. Sebab semuanya tergantung “si-kon”.1
Keseimbangan perspektif teologis dan etis di atas pada akhirnya memampukan gereja untuk mengambil sikap pastoral terhadap anggota jemaat yang harus menghadapi perceraian dan ingin memasuki pernikahan kembali.
Akhirnya, sikap terhadap masalah perceraian dan pernikahan kembali perlu diteropong dari empat sumber iman dan teologi Kristen yang sejak awal sudah selalu mengasuh gereja: Alkitab, tradisi, pengalaman dan akal-budi. Keempatnya sering disebut segiempat teologis (theological quadrilateral). Mencari tahu apa kata Alkitab memang penting, bahkan sangat penting, namun tanpa diterangi oleh pengalaman masa kini, tradisi iman gereja serta akal-budi yang jernih, maka kita bisa terjebak ke dalam biblisisme ideologis.
Pernikahan Kristiani
Sebelum kita membahas isu perceraian dan pernikahan kembali, ada baiknya mengulangi secara singkat pemahaman gereja kita mengenai pernikahan. Baik Martin Luther maupun Yohanes Calvin sama-sama memahami bahwa pernikahan merupakan sebuah institusi sosial yang kudus, yang melibatkan lelaki dan perempuan yang diteguhkan dan diberkati oleh Allah. Dalam bahasa Calvin, pernikahan merupakan “sebuah tataan yang baik dan kudus dari Allah.”2
Akan tetapi, sebagai sebuah institusi sosial, pernikahan berada di dalam domain negara, bukan gereja. Dalam hal ini pandangan kedua reformator berbeda dengan Gereja Katolik Roma. Bagi Luther dan Calvin, gereja tidak mensahkan pernikahan, namun hanya meneguhkan dan memberkati pernikahan yang sudah disahkan oleh negara. Untuk menegaskan hal ini, Luther sendiri bahkan memilih untuk menikah secara sipil tanpa pemberkatan dan peneguhan di gereja. Negara dipahami sebagai instrumen Allah untuk mensahkan pernikahan. Bagi Calvin, pernikahan merupakan sebuah ikatan yang tak terpisahkan dan pasangan yang terhubung melalui pernikahan tak lagi memiliki kebebasan untuk berubah pikiran dan mencari pasangan lain.
Pemahaman semacam ini masih terus dipegang oleh GKI dan gereja-gereja arus utama lain pada umumnya. Akan tetapi, bagaimana dengan perceraian? Kita akan melihat bahwa dalam praktik pastoralnya, ternyata Calvin juga berhadapan dengan idealisme dan realisme yang menuntut mereka untuk mengambil sikap pastoral yang secara teologis masih bisa dipertanggungjawabkan, secara etis dapat diterima dan secara pastoral memanusiakan.
Pernikahan alternatif lain yang kini banyak diminati profesional muda di Cina adalah pernikahan DINK (Double Income No Kids). Meskipun sebenarnya pola pernikahan tersebut sudah sangat lumrah di negara-negara Barat namun di Cina dianggap sebagai pilihan gaya hidup yang sangat radikal.
"Saya tidak punya waktu untuk membesarkan anak atau bahkan mengandung. Lebih baik saya menabung dan hidup bahagia dengan suami," ujar salah satu profesional muda bernama samaran Liu di Cina yang bekerja di sebuah perusahaan Jepang.
Selain pernikahan asexual dan DINK, ada pernikahan alternatif lainnya yaitu pernikahan akhir pekan. Reuters yang merilis berita ini menyebutkan bahwa pada pernikahan tersebut, pasangan yang menikah akan hidup sendiri-sendiri di hari kerja demi privasi mereka dan baru berkumpul di akhir pekan.
"Di kemudian hari akan ada banyak pernikahan alternatif lainnya karena pemerintah Cina yang semakin campur tangan dengan kehidupan sehari-hari masyarakatnya," ujar Sun Zhongxin, pakar sosiologi dari universitas Fudan mengomentari fenomena di negaranya tersebut
www.google.com

Jumat, 18 Maret 2011

Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm.

kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :

Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:

"Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur."

kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.

Menjadi produktif berarti orang menggunakan semua tenaga dan potensinya. Kata “produktif” mungkin menyesatkan karena kita cenderung memikirkan kata itu dalam pengertian manghasilkan sesuatu seperti barang-barang material, karya-karya seni atau ide-ide. Fromm mengartikan kata itu jauh lebih luas daripada ini. Mungkin berguna kalau memikirkan produktivitas itu sinonim dengan berfungsi sepenuhnya, mengaktualisasikan diri, mencintai, keterbukaan, dan mengalami. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.

Sumber

Hall, Calvin dan dkk. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta: Kanisius

Suryabarata, Sumadi.2007.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Raja Grafindo

Sabtu, 12 Maret 2011

soft skill 3 (erich fromm)

Softskill 3

Kesehatan Mental

Menjelaskan Konsep Fromm

Anggota Kelompok : Spangga

Siti Ahdiyati N

Siti Julaeha

Siti Nurfajaria

Sya Rahma

Tri Prihartini

Ummu Hani

Ummuliya Wulan

Uyainah

Vicky

Vina

Yandi

Yoga

Amara

Mengenai Kesehatan mental meliputi

1. Pengertian dasar teori Fromm

Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1990. Ia belajar psikologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.

Sebelum mengulas tentang teori kepribadian dari Fromm, beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri. Fromm sangat terguncang karena kejadian itu. Tidak ada seorang yang memahami mengapa wanita tersebut memilih bunuh diri. Ia juga mengalami sebagai anak dari orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram. Ibunya mudah menderita depresi hebat. Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis. Peristiwa ketiga adalah pada umur 14 tahun Fromm melihat irrasionalitas melanda tanah airnya, Jerman, tepatnya ketika pecah perang dunia pertama. Dia menyaksikan bahwa orang Jerman terperosok ke dalam suatu fanatisme sempit dan histeris dan tergila-gila. Teman-teman dan kenalan-kenalannya terpengaruh. Seorang guru yang sangat ia kagumi menjadi seorang fanatik yang haus darah. Banyak saudara dan teman-temannya yang meninggal di parit-parit perlindungan. Ia heran mengapa orang yang baik dan bijaksana tiba-tiba menjadi gila. Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat dan sumber tingkah laku irasional. Dia menduga hal itu adalah pengaruh dari kekuatan sosio-ekonomis, politis, dan historis secara besar-besaran yang mempengaruhi kodrat kepribadian manusia.
Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Fromm membandingkan ide-ide Freud dan Marx, menyelidiki kontradiksi-kontradiksinya dan melakukan percobaan yang sintesis. Fromm memandang Marx sebagai pemikir yang lebih ulung daripada Freud dan menggunakan psokoanalisa, terutama untuk mengisi celah-celah pemikiran Marx. Pada tahun 1959, Fromm menulis analisis yang sangat kritis bahkan polemis tentang kepribadian Freud dan pengaruhnya, sebaliknya berbeda sekali dengan kata-kata pujian yang diberikan kepada Marx pada tahun 1961. Meskipun Fromm deapat disebut sebagai seorang teoritikus kepribadian Marxian, ia sendiri lebih suka disebut humanis dialetik. Tulisan-tulisan Fromm dipengaruhi oleh pengetahuannya yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusastraan, dan filsafat.

Tema dasar dari dasar semua tulisan Fromm adalah individu yang merasa kesepian dan terisolir karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia. Dalam bukunya Escape from Freedom (1941), ia mengembangkan tesis bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad, maka mereka juga makin merasa kesepian (being lonely). Jadi, kebebasan menjadi keadaan yang negatif dari mana manusia melarikan diri. Dan jawaban dari kebebasan yang pertama adalah semangat cinta dan kerjasama yang menghasilkan manusia yang mengembangkan masyarakat yang lebih baik, yang kedua adalah manusia merasa aman dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat

Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm.

Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm

Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain

Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif

Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia.

Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia

Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia.

2. Kepribadian yang sehat menurut Fromm

kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :

Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:

"Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur."

kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.

Menjadi produktif berarti orang menggunakan semua tenaga dan potensinya. Kata “produktif” mungkin menyesatkan karena kita cenderung memikirkan kata itu dalam pengertian manghasilkan sesuatu seperti barang-barang material, karya-karya seni atau ide-ide. Fromm mengartikan kata itu jauh lebih luas daripada ini. Mungkin berguna kalau memikirkan produktivitas itu sinonim dengan berfungsi sepenuhnya, mengaktualisasikan diri, mencintai, keterbukaan, dan mengalami. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.

3. Ciri-ciri kepribadian yang sehat

Cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan, dan suara hati.

Karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini berarti memikul tanggung jawab untuk orang-orang lain, dalam pengertian mau mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka juga orang-orang yang dicintai dipandang dengan respek dan menerima individualitas mereka, mereka dicintai menurut siapa dan apa adanya. Dan untuk menghormati mereka, kita harus memiliki pengetahuan penuh terhadap mereka, kita harus memahami mereka siapa dan apa secara objektif.


Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.

Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling hebat. Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu. Penguasa itu dapat berupa orang tua, Negara, atau suara kelompok lainnya yang mengatur tingkah laku melalui ketakutan orang itu terhadap hukuman karena melanggar kode moral dari penguasa. Suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri.

Sumber

Hall, Calvin dan dkk. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta: Kanisius

Suryabarata, Sumadi.2007.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Raja Grafindo

http://www.psikologimania.co.cc

Jumat, 25 Februari 2011

kesehatan mental menurut allport

Kesehatan Mental Menurut Allport
Teori Allport : Psikologi Individu

Pendahuluan

A. Pengantar

1. Orientasi Umum

Sejak tahun tiga puluhan pemikiran-pemikiran yang terutama di dalam psikologi ialah mengenai kuantifikasi atau pencarian dasar-dasar tak sadar yang mendorong tingkah laku manusia. Dalam situasi ilmiah yang demikian itu Gordon W. Allport mengambil jalannya sendiri yang berbeda atau menyimpang dari pandangan umum itu; dia mengadakan penyelidikan secara kualitatif dan mengutamakan dorongn-dorongsn sadar.
Pemikirannya yang teliti dan sistematis dapat mempersatukan gagasan-gagasan yang berasal dari berbagai pemikiran yang terkenal dalam lapangan psikologi seperti ahli-ahli psikologi Gestalt, W. Stern, W. James McDougall dari psikologi Gestalt dan Stern, diambilnya pendirian yang menolak cara analitis dan perhatian yang mendalam dalam kekhususan individu serta kebulatan tingkah laku.


2. Riwayat Allport
Gordon W. Allport Dilahirkan di Indiana pada tahun 1897 tetapi di besarkan serta mendapatkan pendidikan yang mula-mula di Clevelan. Dia menyelesaikan “ undergraduate ” nya di Harvard University. Tahun 1919 menyelesaikan pelajarannya dengan keahlian pokok ilmu ekonami dan filsafat. Allport memegang peranan utama dalam pembantukan Departement of social Relations in Harvard University.
Bertentangan dengan penulis-penulis teknis lainnya yang tujuan utama menyusun pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dibantah dan tahan kritik. Allport lebih mementingkan menyatakan soal-soal dalam bentuk yang melayang-layang dan provokatif. Hal yang demikian ini menyebabkan dia banyak mendapat kritik.
Selama kariernya itu Allport banyak menerima kehormatan, antara lain dipilih sebagai president dari “ The American Psychological Association “ dan presiden dari “ The Society For Psychological Study of Social Issue “. Kecuali itu dua belas tahun lamanya dia sebagai editor “ Journal of Abnormal and Social Psychology “, suatu majalah yang sangat besar pengaruhnya.

3. Gambaran Mengenai Pendirian Allport
1. Tulisan-tulisannya selalu menunjukkan usaha untuk mementingkan sifat kompleks dank has dari pada tingkah laku manusia.
2. Bagi Alport tidak ada kontinuitas antara normal dan tidak normal dan tidak normal, antara anak dan dewasa, antara manusia dan hewan.
3. Penggunaan metode dan penemuan-penemuan psikologis di dalam tindakan, dimana usaha dilakukan untuk memperbaiki keadaan social yang tidak diinginkan merupakan hal yang sangat dipentingkan oleh Allport
4. Allport menyatakan, bahwa karyanya terutama ditujukan pada masalah-masalah empiris dan tidak untuk mendapatkan suatu kesatuan metodologi dan teori.


B. Pokok- pokok teori Allport
1. Struktur dan dinamika kepribadian
a. Kepribadian Watak dan Tempramen
Bagi Allport definisi bukanlah sesuatu yang boleh dipandang enteng. Sebelum sampai kepada definisinya sendiri dia mengemukakan dan membahas lima puluh definisi
Definisi-definesi tersebut tersebut digolong-golongkan menjadi:
(a) Yang menunjuk etymology atau sejarah pengertian itu ; persona : 9;
(b) Yang mempunyai arti teologis: 11;
(c) Yang mempunyai arti filosofis : 16 ;
(d) Yang mempunyai arti yuridis : 4 ;
(e) Yang mempunyai arti sosiologis : 7 ;
(f) Yang menghubungkan dengan segi lahiriah ( biososial )
(g) Yang mempunyai arti psikologi
Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisi yang menentukan caranya yang khas dalam menesuaikan diri terhadap lingkungan
2. Watak ( karakter )
Walaupun istilah kepribadian dan watak sering dipergunakan secara bertukar-tukar, namun Allport menunjukan, bahwa character is personality evaluated in personality is character devaluated”


Kekurangan dan kelebihan teori Allport
pada persamaan formal sehingga tidak memadai untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi, mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewan-manusia, masa kanak-kanak dan dewasa, normal dan abnormal, menekankan keunikan kepribadian, memberikan perhatian yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal, serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.

Nama
Sya Rahmawati
Tri Prihatini R 12509973
Ummu Hani 11509913
Ummulia Wulan N 15509800
Uyainah 15509559
Viki Endrio
Yandi Yansyah 14509602
Yoga Penta Gressia 13509485

Kamis, 17 Februari 2011

konsep sehat sakit menurut depkes RI

SEHAT MENURUT DEPKES RI
Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor -faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap -tasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.

Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu.

Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit(2).

Kamis, 04 November 2010

contoh jejaring Sosial;
1. Friendster
2. Twitter
3. Yahoo Mesengger
4. Facebook
5. My Space

manfaat dan dampak dampak dari jejaring sosial;

manfaat :
Jejaring sosial mempermudah interakasi dengan orang lain walaupun terpisah oleh jarak. Karena kita dapat berkomunikasi secara livetime. Mudahnya interaksi yang diciptakan bisa menjadi sarana promosi suatu barang, komunitas, band dan lain-lain.


Dampak positif ;
yang dari penggunaan situs jejaring sosial adalah semakin mudahnya berinteraksi dengan orang lain walaupun terpisah oleh jarak. Karena kita dapat berkomunikasi secara livetime. Kemudian, keunggulan lain adalah sebagai sarana promosi suatu barang, komunitas, band Di negara Indonesia, pemerintah banyak melakukan sosialisasi dalam berbagai hal pendidikan, kesehatan, politik, penanggulangan bencana, ekonomi, dan informasi yang lain. Selain menggunakan media cetak, pemerintah mensosialisasikan programnya melalui situs jejaring sosial. Salah satu contohnya yaitu kampanye dalam pemilu 2009. Banyak sekali Caleg yang mempromosikan dirinya lewat facebook.

Dampak negatifnya ;
yaitu kurangnya interaksi dengan dunia luar yang menyebabkan orang tersebut menjadi anti-sosial, membukuat orang tersebut kecanduan dan menghabiskan waktunya seharian di depan komputernya lalu produk menuruntifitas orang tersebut, dan yang terpenting adalah biaya yang dikeluarkan orang tersebut tidaklah sedikit untuk mengaktifkan internet atau membayar warnet.
Penyebab masyarakat mengakses situs jejaring sosial yaitu orang tersebut tidak bisa berinteraksi secara “face to face” atau tatap muka secara langsung. dampak positif dalam hal untuk mempromosikan suatu barang juga bisa disalah gunakan, yaitu dengan mempromosikan wanita pekerja seks dsb. demikian yang bisa saya sebutkan mengenai dampak dampak terhadap jejaring sosial.

Senin, 01 November 2010

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Selasa, 28 September 2010

pengaruh internet terhadap siswa

Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk membahas tentang “pengaruh internet terhadap siswa”.
Internet ialah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia. Dengan menggunakan internet kita bisa mendapatkan informasi yang ingin kita cari, dari hal ini kita bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan internet. namun dengan perkembangan zaman, internet sekarang dapat kita akses melalui ponsel ponsel yang dapat mendukung adanya internet, tanpa perlu pergi ke tempat tempat yang menyediakan jasa internet atau lebih dikenalnya dengan warnet. internet dapat diakses oleh siapa saja yang ingin mencari informasi.
Saya akan membahas pengaruh internet bagi kalangan siswa-siswi: kita akan melihat dari beberapa pengaruh dari internet:
Pengaruh positif
Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses
pelbagai informasi dan ilmu pengetahuan yang ingin mereka tau, contoh dalam hal posisif: biasanya sebagai siswa mencari tugas yang diberikan disekolah, dalam hal berkomunikasi dengan saudara yang tinggal sangat jauh. dsb
Pengaruh Negatif
Aneka macam materi yang berpengaruh negatif pun bertebaran di
internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan,
kekerasan, pelecehan seksual dll.
mereka juga bisa mengakses/membeli Barang-barang seperti alkhol, narkoba dan masih banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan
penipuan dan pencurian. Dan satu hal lagi yang tidak kalah adalah bagaimana mereka menggunakan media ini dengan bermain Game, atau bahkan mungkin menjadi seorang GAMERS.
Tapi menurut saya, dan kalau boleh secara jujur; penggunaan internet ini biasanya digunakan secara negatif, dalam masa-masa mereka hal keingintauan itu sangat tinggi, sebagai contoh; saya ambil satu yaitu dalam hal bermain game online, ketika mereka mendengar teman-teman mereka bermain game, pasti ada rasa ingin tau tentang game online. Apa lagi jika mereka baru mencoba, saya mempastikan adanya rasa ingin bermain game itu demi mentamatkan game / untuk menaikan level dalam game tersebut.

Namun dengan demikian pengaruh ini dapat kita cegah melalui peran serta orang tua :
1. Orang tua memegang peranan yang besar dalam mengajarkan perilaku ber-Internet yang sehat kepada anak. Baik kita sebagai orang tua maupun anak kita harus mempelajari dan memahami tentang berbagai resiko yang dihadapi ketika berkomunikasi dengan orang yang tak dikenal melalui Internet.
2. Sebagai orang tua berikan aturan penggunaan Internet di rumah. Kemudian tulis dan pasang aturan tersebut di tempat yang dapat dibaca oleh semua anggota keluarga.
3. Tegaskan untuk tidak mendownload situs situs yang mengandung prnografi dsb.

Kesimpulan.
Internet baik bagi kalangan siswa siswi yang mau menggunakannya karena mengikuti zaman yang semakin modern, terutama dalam hal pengetahuan. namun internet sangat berpengaruh juga terhadap siswa-siswi yang salah menggunakannya, dengan penggunaan yang salah, ia dapat terjerumus dalam hal yang seharusnya tidak terjadi dalam siswa siswi. Namun dari semua ini perlu yang namanya pengawasan dan dukungan dari peran orang tua dalam hal mendampingi. jika demikian akan menjadi fungsi yang baik bagi pengguna internet dikalangan siswa-siswi.

Sabtu, 05 Juni 2010

pengalaman waktu bekerja di PT.Yamaha Indonesia Motor Mfg.

waktu awal awal masuk PT tersebut, saya bangga. bukan karena PT yang besar saja. namun saya dapat melihat secara langsung dengan jelas bagaimana cara pembuatan awal motor YAMAHA tersebut sampai kepada Finishing. ketika berada disana, saya bekerja dengan teliti meskipun saya terkadang kurang cepat dalam mengecek produk yang namanya painting, karena pada saat itu, saya bagian QC PAINTING ( Quality Control dalam pengecatan). bisa kemungkinan kalo tidak cepat kita bisa keteter dan ada kemungkinan ada yang tidak kena cek oleh kita. pada saat malam hari masuk kerja, saya ngantuk, dan mesin Hanger tetap berjalan. yang saya lakukan pada saat itu teman / rekan kerja saya ke toilet. dan saya pun bingung bagaimana kalo ini terlewat. dalam kebingungan saya, katanya dah gpp cek aja dulu dan yang belum gpp. nanti juga balik ksini lagi dipulangin kalo NG. karena saya masih baru baru danh bingung, akhirnya saya lakukan apa yang dikatakan tersebut. ketika saya lakukan ya meskipun ada yang lewat. ketika pagi saya pulang, dan menjelang sore kembali lagi untuk bekerja, ada barang yang balik tp bukan karena saya, kenapa saya tau, bisa dilihat dari tanda markingnya (pensil ceknya). nah dari pengalaman itu saya tidak berani lagi. karena biasanya Manager langsung yang menegur operator yang kerja ga disiplin. karena bagi perusahaan tersebut adalah mereka mengutamakan kualitas dulu, baru produknya dijual. dan ketika dengar dengar dari atasan saya, ternyata kualitas dalam pengecatan di PT tersebut itu sangat baik. karena ada sistem yang belum dimiliki oleh perusahaan lainnya. ini dalam hal pengecatannya. bahkan dengan ucapan yang sedikit sombong leader saya mengatakan; " boleh diadu atau dijejerkan kualitas motor baru kita dengan yang lain " . dan memang benar sih... dan saya pun bangga, karena PT tersebut tidak terlalu fanatik harus memakai motor produknya, menurutnya ya kesadaran aja. menurut manager saya. dan yang menarik di akhir pekan setiap jumat biasanya ada lagu tentang yamaha yang seperti di iklannya. lagu tersebut bagi saya penuh power karena penuh semangat meskipun akhir pekan dan mw selesai pulang. rasa bangga saya keetika bekerja disana. saya memiliki pengalaman tentang kualitas terbaik dari YAMAHA tersebut, dalam hal pengecatan, terlebih itu adalah bagian saya. yaitu Quality Controlnya. saya patut bangga meskipun sudah tidak bekerja lagi disana. salam saya YOGA.

Kebiasaan Buruk Bikin Cepat Tua

Liputan6.com, Oslo: Pembahasan yang menarik dalam liputan 6 ini saya posting. semoga berguna.
Berhati-hatilah dengan kebiasaan buruk Anda. Pasalnya, kebiasaan buruk dapat "menguras" jam biologis Anda sehingga terlihat 12 tahun lebih tua. Kebiasaan buruk yang dapat membuat tampilan Anda lebih tua adalah merokok, minum alkohol, jarang berolahraga, dan sering mengonsumsi makanan tak sehat.

Pengamatan yang dilakukan Elisabeth Kvaavik bersama timnya dari University of Oslo menunjukkan bukti tersebut. Sebanyak 4.886 warga Inggris dengan kisaran umur 18 sampai 44 tahun, disertakan untuk mengisi survei pola konsumsi, intensitas olahraga, hingga tingkat stress. Dua puluh tahun kemudian, Kvaavik dan timnya mengunjungi kantor penerbit akta kematian. Hasilnya, kebanyakan orang yang tak menjalani hidup sehat meninggal karena gangguan pembuluh darah, serangan jantung, hingga kanker.

Kvaavik mengklasifikasikan responden yang hidup sehat adalah yang tidak merokok, berolahraga minimal dua jam setiap minggunya, dan mengonsumsi buah serta sayur sebanyak tiga porsi setiap harinya. Sedangkan yang masuk dalam kategori tak sehat adalah yang merokok, berolahraga kurang dari dua jam setiap minggunya, tak selalu mengonsumsi buah dan sayur, dan mengonsumsi alkohol lima gelas dalam seminggu untuk yang pria dan dua gelas untuk wanita.

Empat kebiasaan buruk itu tak hanya meningkatkan risiko kematian lebih cepat, tapi juga membuat tampilan fisik 12 tahun lebih tua dari kelompok yang menerapkan hidup sehat.

Nikmatilah hidup dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Cukup jadikan kebiasaan sehat sebagai sebuah kesadaran, sehingga kita akan menjadikannya rutinitas harian.(Preventionindonesia.com/AST/MLA)

kebiasaan

Mungkin banyak dari saudara – saudara tidak setuju dengan saya, dan berkata bahwa saya tidak memiliki salah satu dari kebiasaan – kebiasaan buruk itu. Memang sebagai anak Tuhan kita tidak boleh memiliki kebiasaan buruk, namun sebagai manusia biasa kita tak lepas dari kebiasaan – kebiasaan buruk ini (untuk itu kita harus terus berusaha dalam bimbingan Tuhan agar kebiasaan2 buruk itu tidak lagi ada pada kita).
Jika anda berkata saya bukan Penjudi
Saya akan menanyakan beberapa hal berikut ini:
  1. Pernahkah anda, ketika melihat suatu benda yang menarik, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo 5 tahun lagi saya pasti memiliki benda itu!”, seberapa sering?
  2. Pernahkah anda, ketika mendengar teman anda naik jabatan, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo 5 tahun lagi saya pasti memiliki jabatan yang lebih tinggi dari dia!” , seberapa sering?
  3. Pernahkah anda, ketika melihat suatu pertadingan, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo dia/ tim ini yang menang!” , seberapa sering?
  4. Pernahkah anda, ketika mendengar teman anda sakit, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo dia pasti tidak masuk ke kantor!” , seberapa sering?
  5. Pernahkah anda, ketika melihat saudara anda sedang bersedih, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo dia sedang patah hati!” , seberapa sering?
  6. Pernahkah anda, ketika melihat langit mendung, anda lalu berkata “ Saya berani taruhan, kalo nanti malam hujan turun!” , seberapa sering?
  7. Dsb.
Mungkin kalimatnya tidak persis sama atau anda tidak berkata – kata dan hanya memikirkannya dalam hati, tapi saya yakin saudara – saudara mengerti maksud saya. Jadi menurut saya penjudi bukan hanya orang yang bermain kartu (dan sejenisnya) dengan mengunakan uang, tapi juga orang yang sering bertaruh tentang apapun, kapanpun, dan dimanapun serta dengan siapapun. apa lagi sekarang akan ada tanyangan yang sangat dinantikan bagi kaum bola? wah..

pengalaman kerja

pengalaman waktu kerja ketika saya kerja diperusahaan swasta di Tangerang, pengalaman yang terjadi dalam diri saya ketika saya bekerja di perusahaan tersebut adalah menarik, mengapa?
pada saat itu saya bekerja sebagai operator yang namanay mesin bor, khususnya dalam hal mencempring.
mencempring adalah melakukan kegiatan mengebor benda, tapi khususnya membuat radius pada bagian luarnya, (radius permukaan). nah, yang menariknya.
ketika saya bekerja dengan mengikuti standar kerja yang dimiliki perusahaan tersebut, ternyata ketika melihat hasilnya kurang baik, dalam arti standar tersebut kurang baik. dan pada akhirnya, saya mendapat teguran, namun dalam teguran tersebut saya mengtakan kepada atasan saya atau seorang leader,"pak, saya sudah melakukan sesuai standar yang ada pada bor itu. knapa salah?" tanya saya, katanya, barang yang kamu buat banyak yang NG ( rijek). langsung saya mengatakan, saya ga tau, soalnya saya sudah mengikuti menurut prosedur yang ada. dan menurut standar tersebut, dan pada akhirnya saya semakin lantang, karena saya pikir saya benar.
 karena saya mengikuti standarisasi dari perusahaan tersebut, saya bertindak demikian karena saya di ajari sama kepala jurusan saya ketika di sekolah STM PEMBANGUNAN, bahwa, kalo kamu mengerjakan sesuatu dalam dunia industri, kamu kerjakan menurut standarisasi sana aja. kenapa begitu, karena kita bisa melihat kualitas kerja orang disana ataupun melihat apakah standart tersebut yang digunakan, dipakai atau menurut pribadi sendiri sesuai leader. dan ternyata, saya tau mereka tidak mengikuti standar yang digunakan standart mereka. bagi saya salah menggunakan standar sendiri yang tidak digunakan. karena saya tau, standart yang sudah dibuat itu adalah hasil dari usaha para pimpinan atau Manager dan Staf2 lainnya. nah sebagai orang bawah hanya mengikuti dan nurut aja dah, padahal saya tau bahwa bisa kemungkinan standart yang ada itu tidak sesuai dengan hasilnya, karena mereka tidak langsung yang mengerjakan. jadinya timbul yang namanya complain-complain. ini yang terjadi pada atasan dengan orang bawah dalam industri..

anak jalanan di ibu kota

MARAKNYA ANAK JALANAN DI IBUKOTA.
Terima kasih karena saya telah diberi kesempatan untuk menuliskan beberapa pendapat saya dengan judul yang diberikan kepada saya adalah “Maraknya anak jalanan di ibu kota”.
Hal yang menarik untuk dipahami adalah ketika kita bisa melihat dilingkungan sekitar kita, dan yang menarik buat saya pribadi ketika saya bisa melihat disepanjang jalan ibukota atau di persimpangan jalan terdapat anak-anak, pemuda-pemudi, atau bahkan orang tua mengemis demi untuk bertahan hidup dengan meminta-minta. Saya pribadi berpendapat, bagi saya ini merupakan hal yang klasik terjadi di negara kita khususnya di ibukota.
Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya demikian, dan salah Satunya faktor meningkatnya URBANISASI. Kenapa begitu, bayangkan dalam setiap satu tahun berapa orang atau bahkan berapa kepala keluarga yang merayakan mudik. Itu mungkin tidak mempengaruhi, tapi dari tradisi itu bisa kemungkinan mreka yang mudik mensharingkan pengalaman kerja susah dan enaknya hidup dijakarta, dan dari hal sharing-sharing itu kan bisa menyebabkan terpengaruhnya mereka yang hidup di daerah ingin mempertaruhkan hidup di Ibukota jakarta. ( karena tidak mungkin si pencerita menceritakan dengan pengakhiran yang tidak baik, melainkan menceritakan yang baik).
Bagi saya pemerintah kurang memperhatikan urbanisasi, kalau memang memperhatikan, bisa kemungkinan tindakan rill-nya yang kurang terhadap kasus ini. Dan kasus Urbanisasi ini berlangsung sejak lama di Kota Jakarta, bisa kemungkinan setiap tahun. Dari hal ketergiurannya bisa kemungkinan banyak masyarakat di pedesaan yang menjual lahan pertanian kemudian mengadu nasib ke ibukota. Namun, setelah sampai di Jakarta mereka akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa sehingga menjadi bagian dari penduduk miskin. Kondisi itu diperparah karena pemerintah tidak mau mengurusi, yang saya ketahui berdasarkan data Badan Pusat Stistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami peningkatan pada 2008 yakni mencapai 41, 2 juta jiwa. Selain akibat arus urbanisasi, meningkatnya angka kemiskinan juga disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan tidak stabilnya perekonomian dunia yang berimbas pada meningkatnya kemiskinan di Indonesia.
“Ironisnya, dampak kemiskinan orang tua mereka dirasakan oleh sebagian besar anak sehingga banyak di antara mereka hidup dan tumbuh keras di jalanan tanpa merasakan sentuhan pendidikan sebagai fundamental dasar dalam meraih cita-cita mereka kelak”
Salah satu upaya mencegah terjadinya urbanisasi ke kota Jakarta menurut saya :
Salah satunya, Pemerintah harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya di pedesaan. “Jika lapangan pekerjaan ada di daerah mereka, tidak mungkin masyarakat dari pedesaan berlomba-lomba mengadu nasib ke Jakarta” . Dan saya mendengar seperti yayasan ISCO ingin membantu 200.000 anak kurang beruntung untuk ikut mengenyam pendidikan seperti anak lainnya. Semoga dengan adanya seperti yayasan ISCO, dapat menyadarkan orang-orang tingkat menengah keatas atau yayasan yang mampu juga ikut serta untuk membantu memberikan bantuan pendidikan dan kesehatan kepada anak-anak kurang beruntung di Indonesia untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka.
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan mengenai tema “Maraknya anak jalanan di ibukota”. Kurang lebihnya saya mohon maaf jika ada kata-kata yang tida berkenan kepada para pembaca.
Terima kasih atas perhatiannya, salam kasih dari saya Yoga Penta Gressia .
Apakah itu CINTA?

Bila telapak tangan berkeringat, hatimu dag dig dug,
suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
itu bukan cinta, tetapi suka.

Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya,
itu bukan cinta, tetapi berahi.

Bila kau menginginkannya karena kau tahu, ia akan selalu berada di sampingmu,
itu bukan cinta, tetapi kesepian.

Bila kau menerima pernyataan cintanya, karena kau tidak mau menyakiti hatinya,
itu bukan cinta, tetapi kasihan.

Bila kau bersedia memberikan semua yang kau sukai demi dia,
itu bukan cinta, tetapi kemurahan hati.

Bila kau dengan bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang,
itu bukan cinta, tetapi kemujuran.

Bila kau mengatakan padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kau perlukan,
itu bukan cinta, tetapi gombal.

Kamu mencintainya, ketika kau menerima kesalahan dia,
karena itu adalah bagian dari kepribadiannya,
ketika kau rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematianmu;
ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia;
ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya;
ketika kau tertarik kepada orang lain tetapi kau masih setia bersamanya.

Cinta adalah pengorbanan;
mencintai berarti MEMBERI DIRI

Cinta adalah kematian atas egoisme dan egosentrisme,
kadang itu menyakitkan,
tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah cinta.

♀----♂
[Ayub Yahya, “Bila Cinta Menyapa”, 2005]

Selasa, 01 Juni 2010

musik kita.

Budaya.
saya sangat menyukai sekali yang namanya budaya, apalagi saya dilahirkan di Indonesia yang memeliki kebudayaan yang bervariasi di negriku Indonesia. sungguh hal yang patut kita syukuri. karena belum tentu di negara lain ada seperti indonesia ini yang memiliki kebudayaan yang beragam. terutama dalam hal seni musik kita yang memiliki puluhan jenis musik daerah. wow,, sangat disayang kan kalau - kalau pemuda kita tidak meneruskan jiwa seni musik yang sudah dilahirkan oleh orang terdahulu kita. saya pribadi sangat menyukai jenis musik tradisional karena musik tradisional itu bagi saya musik ciri khas daerah, dan juga pasti akan dampak bagi negara, contohnya banyak warga negara asing yang datang ke indonesia dan ia mempelajari musik kita, dan juga kesenian yang lain. saya sangat menyukai sekali musik daerah, seandainya saya bisa memainkan musik tradisional, saya akan mengajari adik atau orang-orang terdekat saya untuk dapat mengajarinya. karena kasihan kalau dilihat, musik daerah itu jarang yang ada dijakarta kecuali didaerahnya masing-masing. ya kemungkinan kecil yang ada dijakarta.

Rabu, 12 Mei 2010

kesan pertama memasuki dunia mahasiswa.

Kesan pertama kuliah.

Kesan pertama saya ketika memasuki dunia mahasiswa adalah bingung, karena sangat berbeda sekali dengan dunia ketika saya masih bekerja di PT. YAMAHA, salah satu contonya hal yang paling sepele adalah ketika saya masih bekerja dan baru masuk kuliah pertama sekali, saya berteman dan akrab dengan Dyaz dan kawan kawan ketika kami ingin memfotocopy, ternyata dalam dunia mahasiswa itu untuk mengeluarkan uang sedikit  memperhitungkan sekali dalam arti susahnya minta ampun, berbeda sekali dengan saya ketika masih bekerja.
ketika saya membutuhkan apapun itu pasti gampang karena ada uang yang saya bisa pakai, dan yang paling menonjol itu saya sangat menyayangkan sekali untuk tidak datang kuliah ketika pertama tama, karena bagi saya saya kuliah dengan hasil usaha saya masuk kampus GUNADARMA waktu itu, saya izin kerja sampai beberapa kali pada wktu itu, sampai sampai saya ditanya terus bagaimana dengan kuliahnya, hal yang sangat menyenangkan saya, karena banyak temen di tempat kerja yang sangat memiliki rasa sosialnya tinggi. ketika masuk kuliah brapa hari, saya bingung dengan keadaan teman saya yang sangat tidak menyayangkan kuliah, mungkin bagi saya, apa yang akan ibu lakukan ya ketika seorang anak2nya malas untuk studi terlebih orang tua sangat membantu untuk mengkuliahkan dan mau membiayai semua demi seorang anak, kalau saya pribadi sangat menyayangkan akan hal itu kaarena bagi saya, saya yang membiayakan diri msendiri dalam beberapa semester ini, karena sempat berfikir, bahwa saya mengumpulkan ini sudah lama hanya untuk kuliah, namun saya baru bisa ketika 2thn lulus dari STM PEMBANGUNAN, ya memang pada dasarnya saya ingin sekali kuliah.

Cerita tentang virus HIV dan AIDS

HIV dan AIDS

Bersyukur karena saya boleh menulis tentang HIV dan AIDS,
HIV dan AIDS adalah jenis dua virus yang berbeda, HIV adalah tahapan dimana virus menyerang kekebalan tubuh manusia dan biasanya orang yang memiliki dalam tahapan HIV  kemungkinan umur hidup mereka hanya 8 tahun, sedangkan mereka yang memiliki dalam tahapan AIDS, biasanya umur mereka tidak lebih dari 2 tahun.
Saya mempunyai teman, katakanlah si A, si A ini dia praktek dari kampusnya mengambil tempat dimana orang-orang memiliki virus tsb, ketika sekian lama praktek, ahhirnya mereka membuka seminar tentang virus tersebut, nah teman saya ini yang si A, dia sebagai moderator dimana teman2 yang lain bercerita tentang virus HIV dan AIDS itu menularkan dan cara2nya serta bagaimana pencegahannya, setelah sekian beberapa menit si penyampai ini bercerita serta memberi kesaksian tentang virus tersebut, sang moderator pun menjelaskan lagi, "kita jangan terlalu menjauhkan dia orang yang terkena virus tsb, justru seharusnya kita malah dekatkan dia" katanya.
Dan teman saya bercerita, bahwa dia sendiri sangat akrab dengannya, dan bahkan makan bersama dengannya, dan hampir keseharian mereka bersama dengan yang terkena virus itu. setelah sekian lama bercerita Si moderator ini, kemudian Si moderator ini memberi tau, bahwa dia yang dimaksud orang yang terkena virus itu adalah teman yang berada di sebelah saya... kemudian banyak orang terkejutlah mendengar moderator itu berkata bahwa teman yang disebelahnya adalah orang yang dimaksudkan... " dunia mereka yang terkena virus tersebut akan menjadi penyendiri, kita sebagai orang yang sosial seharusnya jangan menjauhkan dia, karena sdikit kemungkinan ketika kita berteman akan tertular, karena virus itu bisa tertular hanya melalui darah, dan TIDAK melalui makanan dan minuman atau pakaian yang dikenakan." 

Selasa, 23 Februari 2010

SMUA PASTI BISA

Jika kamu pikir kamu kalah, kamu akan kalah.
Jika kamu pikir kamu tidak berani, kamu tidak akan berani.
Jika kamu ingin menang, tetapi kamu pikir kamu tidak akan menang, hampir dipastikan kamu tidak akan menang.
Jika kamu pikir kamu akan kalah, kamu pasti sudah kalah.
Karena disegala penjuru dunia ini, kita menemukan keberhasilan dimulai dengan iman.
Dan semua itu ada didalam pikira kita.
Keberhasilan hidup tidak selalu dialami oleh orang-orang yang kuat dan cakap.
Tetapi oleh orang yag percaya kepada Tuhan, dan yang selalu berfikir. “SAYA BISA”

SAYA BISA

Jika kamu pikir kamu kalah, kamu akan kalah.
Jika kamu pikir kamu tidak berani, kamu tidak akan berani.
Jika kamu ingin menang, tetapi kamu pikir kamu tidak akan menang, hampir dipastikan kamu tidak akan menang.
Jika kamu pikir kamu akan kalah, kamu pasti sudah kalah.
Karena disegala penjuru dunia ini, kita menemukan keberhasilan dimulai dengan iman.
Dan semua itu ada didalam pikira kita.
Keberhasilan hidup tidak selalu dialami oleh orang-orang yang kuat dan cakap.
Tetapi oleh orang yag percaya kepada Tuhan, dan yang selalu berfikir. "SAYA BISA"